Jakarta (KABARIN) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono resmi meluncurkan layanan pusat panggilan (call center) sebagai kanal baru bagi masyarakat dan anggota koperasi untuk menyampaikan pertanyaan hingga pengaduan, termasuk terkait koperasi desa/kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Peresmian dilakukan di Jakarta, Rabu. Ferry menegaskan, kehadiran call center ini merupakan bentuk tanggung jawab Kementerian Koperasi dalam memberikan layanan yang lebih cepat dan terstruktur.
"Call center sebagai bagian dari tanggung jawab kami untuk menyediakan layanan, menjawab pertanyaan, maupun menindaklanjuti pengaduan masyarakat, baik yang menyangkut masalah koperasi pada umumnya maupun khususnya kopdes merah putih," kata Ferry.
Ia menjelaskan, setiap laporan atau keluhan yang masuk nantinya akan ditangani oleh tim khusus. Tim tersebut bertugas memberikan respons balik kepada masyarakat atau koperasi yang mengajukan pengaduan.
Selama ini, menurut Ferry, banyak anggota koperasi, terutama koperasi simpan pinjam yang menyampaikan keluhan secara manual, baik lewat surat maupun pesan WhatsApp. Dengan adanya call center, proses komunikasi diharapkan jadi lebih rapi dan terdokumentasi.
Beberapa persoalan yang sering ditanyakan antara lain kendala administrasi dan operasional koperasi simpan pinjam, urusan lahan dan pengelolaan Kopdes Merah Putih, hingga hambatan teknis dan regulasi yang dihadapi koperasi di tingkat desa maupun kelurahan.
Ke depan, layanan ini juga akan terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) yang sudah lebih dulu dibangun. Integrasi ini diharapkan bisa memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat penanganan masalah di lapangan.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kemenkop, Herbert Siagian, menyebut pembentukan call center ini merupakan tindak lanjut hasil survei lembaga independen pada akhir Desember lalu. Survei tersebut menilai perlunya kanal khusus untuk Kopdes Merah Putih.
Ia menjelaskan, call center ini hadir dengan dua tujuan utama. Pertama, merespons perkembangan teknologi informasi dengan menghadirkan sistem interactive voice response (IVR) dan fitur chatbot.
"Kedua, mengakomodir substansi perkoperasian, khususnya terkait kopdes merah putih, di samping koperasi eksisting lainnya," kata dia.
Herbert menambahkan, sistem IVR akan mempermudah interaksi publik dengan Kemenkop. Sementara chatbot akan menghimpun berbagai informasi penting terkait Kopdes Merah Putih dalam bentuk bank data.
Dengan begitu, call center ini bukan cuma jadi tempat mengadu, tapi juga sumber informasi yang bisa diakses masyarakat kapan dibutuhkan.
"Program kopdes merah putih merupakan jenis koperasi baru yang menjadi program strategis nasional pemerintah, terutama arahan Presiden. Karena itu, informasi, pertanyaan, atau pengaduan terkait KDKMP diharapkan dapat secara cepat direspons dan diselesaikan melalui call center ini," ujarnya.
Sebagai informasi, call center Kemenkop beroperasi setiap hari kerja pukul 07.30 hingga 16.30 WIB. Bagi kamu yang punya pertanyaan atau kendala seputar koperasi, kini sudah ada jalur resmi yang bisa diakses dengan lebih praktis.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026